September20

Kalo pernah nonton film Bucket List yang dibintangi oleh Morgan Foreman dan Jack Nicholson (beberapa shootnya bisa liat di Youtube deh) pasti inget banget bahwa kopi luwak ini menjadi perbincangan yang cukup dominan. Ternyata bukan cuma difilm ini kopi luwak sempat muncul, beberapa film sepeerti serial tv lain juga sempat memunculkan kopi luwak ini.
Kopi ini menjadi mahal karena memang cukup sulit didapat, karena mengutip dari wikipedia : Kopi Luwak adalah jenis kopi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak. Kemasyhuran kopi ini telah terkenal sampai luar negeri. Bahkan di Amerika Serikat, terdapat kafe atau kedai yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang cukup mahal. Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga AS$100 per 450 gram. Hanya saja kebenaran kopi yang dijual adalah benar-benar kopi luwak masih dipertentangkan.
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.
Binatang luwak senang sekali mencari buah buahan yang cukup baik termasuk buah kopi sebagai makanannya. Biji kopi dari buah kopi yang terbaik yang sangat digemari luwak, setelah dimakan dibuang beserta kotorannya, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan difermentasikan secara alami. Dan menurut keyakinan, rasa kopi luwak ini memang benar benar berbeda dan spesial dikalangan para penggemar dan penikmat kopi.
Namun binatang Luwak saat ini sekarang sukar untuk ditemukan. Dagingnya yang dipercaya dapat mengobati penyakit Asma membuat hewan ini terus diburu. Disayangkan kenikmatan kopi yang berasal dari memungut biji-biji kopi dari kotoran Luwak hanya tinggal mitos.
“Kopi Luwak” sekarang telah menjadi merek dagang dari sebuah perusahaan kopi. Umumnya, kopi dengan merek ini dapat ditemui di pertokoan atau kafe atau kedai seperti di Mall Atrium di daerah Senen , atau Mall Ciputra, Grogol, Jakarta yang terdapat Cafe “Kopi Luwak”. Namun belum tentu racikan kopi yang dijual disana benar-benar berasal dari Luwak atau tepatnya “kotoran” Luwak.
Mahalnya memang lumayan deh karena satu kilogramnya kalo diluar Indonesia bisa mencapai diatas Rp. 5 juta,-
Dan sebagai warga negara – yang seharusnya berbangga hati dong – dari penghasil kopi ini senangnya dapat kesempatan mencoba kopi ini walaupun waktu minumnya jangan pernah ngebayangin mahalnya ataupun kopi ini berasal dari mananya si luwak ini…
Yang pasti kita diberi 3 jenis kopi dan kita harus meraba raba, mencium cium, merasa rasa, menebak nebak, manakah dari ketiga jenis kopi ini yang merupakan : Kopi Luwak Liar, Kopi Luwak Peternakan dan Kopi Mandheling Grade 1 Export.
Secara saya bukan penikmat kopi sejati, jadi daripada menghitung kancing saya lebih mengutamakan naluri dan insting yang saya punya. Salah satunya mencoba mencium bau dari masing-masing kopi dan mengira-ngira hmm.. si luwak habis makan apa ya… kalo kopinya baunya kayak begini
)
Hasilnya, bisa jadi saya punya bakat jadi cenayang karena tebakannya adalah benar
Rasanya ?… hmm susah dilukiskan dengan kata kata.. yang pasti jauh lebih ‘kopi’ dari yang biasa saya temui.
Misinya adalah membuktikan seputar mitos apakah kopi luwak itu paling enak?
Yang jelas dari peserta yang datang hanya 3 yang menjawab benar. Sisanya kebanyakan memilih kopi mandheling grade 1 eksport, yang harganya perkilogram hanya sekitar Rp. 50.000,-.
Terima kasih buat Kang Irfan, Mas Adi dari jalan sutera.





