SepotongKue.com

Sepotong Kue, Secangkir Kopi, Alunan Musik dan Sebuah Cerita

Kangen Bolu Kampung yang Enak….

Juni8

Jalan jalan ke pertokoan, menonton liputan televisi soal kuliner, baca baca majalah, sekarang ini lagi trend banget yang namanya Red Velvet Cake, kue yang warnanya merah cantik yang konon dari air sari buah bit, dan Rainbow Cake, kue warna warni yang super duper cantik.

Rainbow Cake, cake berlapis warna pelangi ini dipelopori oleh mahasiswi di Amerika yang namanya Kaitlin Flannery, yang perhatian banget sama sahabatnya, sampai saat sahabatnya yang sangat suka pelangi ini diberi kejutan kue ulang tahun yang jika dipotong ada warna pelangi, ternyata teman teman lainnya suka banget sampai Kaitlin ini menulis diblog pribadinya dan boom.. Ramai jadi perbincangan di dunia social media.

Ketenaran sang Rainbow Cake ini maka akhirnya muncul di sebuah acara televisi di Amerika sana The Martha Stewart Show, April 2010. Hebatnya lagi trend ini mendunia dan hadir di Indonesia belakangan dan semakin menjadi.

Sementara, Red Velvet Cake punya cerita berbeda, Cake berwarna merah seksi, beraroma coklat, berlapis cream cheese frosting ini konon sudah ada sejak tahun 1800-an dan merupakan salah satu variasi jenis Angel Cake, awal 1900an tanpa sengaja seorang koki menumpahkan kuning telur & coklat dalam jumlah yang banyak kedalam adonan RED VELVET CAKE dan hasilnya terciptalah Cake jenis baru yaitu DEVIL’s FOOD CAKE, yang rasanya benar benar bikin penyuka coklat akan merasa ‘kesetanan’ :)

Ketenaran Red Velvet Cakes semakin mendunia setelah The Oprah Winfrey Show menobatkan cake ini menjadi The Best Cake in America Revealed

Belum lagi cup cakes lucu lucu berselimut fondant dengan figurine yang selalu up to date atau butter cream yang jadi favorit pilihan untuk ulang tahun bertebaran dimana mana. Sayapun pernah mencoba membuatkan cupcakes untuk beberapa teman, karena mereka konon pingin ngerasain buatanku, padahal aku jarang jarang buat, ngga percaya? Nih beberapa karya keisenganku.

Hello Kitty Cup Cakes


Cup Cakes Edisi Binatang Laut

Di Negeri ini, banyak sekali kawan kawanku yang jago banget bikin cup cakes ataupun cake yang model apa saja, contohnya saja di Natural Cooking Club, milis pecinta kuliner yang aku ikuti dan tempatku belajar juga yang sebagian besar anggotanya adalah pengusaha ‘bakul kue’. Ada yang amatir (persis seperti aku), semi amatir, expert bahkan sudah level suhu atau guru yang semuanya engga pernah bosan berbagi ilmu, semangat, dan tips urusan perkuean dan masakan. Membernya engga cuma di Indonesia, bahkan WNI di banyak negara. Blog atau website pribadi merekapun bertebaran, dan hasil karya mereka banyak yang mengundang decak kagum, bahkan mereka banyak yang sudah menjadikan hal ini menjadi bisnis yang serius walaupun berbasis rumahan dan online.

Kembali ke masalah per-kuean atau cakes, sekarang aku sedang merindukan kue kue jadul, kue bolu jaman dulu yang teksturnya agak keras, tapi selalu hadir di acara acara keluarga.
Marble cake, kue bolu bermotif coklat, bolu tape, duh.. kangen.. Banyak sih menjual, kebanyakan di pasar subuh, atau toko kue terkenal, tapi sayangnya penampilan mereka kalah dengan cake cake asal negara lain yang laku banget di sini.

Bolu Tape

Ibuku suka bikin bolu tape, teksturnya lembut, wangi tapenya menyebar saat baru matang, kami pun biasanya berebut sisa kue yang lengket ketinggalan di dasar loyang saat kuenya baru dipindahkan ke piring saji. Sedapnya di nikmati saat masih hangat.

Begitu juga sensasi bolu ‘kampung’, yang belakangan aku baru tau kalau bolu itu bernama Marble Cake, biasanya ibuku membuat motif coklatnya menjadi seperti motif kembang dengan alat bantu garpu ataupun tusuk sate.

Bolu buatan Ibu memang selalu juara, kalau dipasaran sih banyak yang menjual, tetapi kebanyakan rasanya yah standard, terkadang mengganjal jika ditelan jadi harus dibantu dengan air minum karena meninggalkan rasa mengganjal di tenggorokan.

Tidak ada yang salah dalam kue bolu yang dijual itu, karena si pembuat tentunya akan menyesuaikan bahan dengan harga jual selaras dengan segmen pasar yang dituju. Apalagi bicara selera, setiap orang pasti berbeda dan nampaknya bakal mumet deh kalau untuk merumuskan kategori bolu kampung yang enak.

Bolu atau Cake jadul biasanya tidak mengandalkan pewarna buatan dalam pembuatannya. Biasanya hanya menggunakan bahan alami, hijau diambil dari daun pandan dan suji, coklat ya dari bubuk coklat, mungkin karena itu jarang ada varian bolu kampung yang berwarna warni atau entah karena memang bolu kampung itu memang klasik, coklat dan putih kekuningan saja.

Atau saya mungkin yang kurang rajin mencari tahu dimana bolu kampung yang enak dilihat dan sedap dipandang mata

Adakah salah satu dari sahabatku yang mampir disini juga kangen akan kehadiran bolu kampung ini?

Soes Week Di NCC

Nopember12

Terinspirasi dari menonton Film ‘This Is It” Michael Jackson, anakku si ganteng tergila gila dengan salah satu lagunya : Black Or White.

Maka jadilah sus ini yang tipsnya pada saat mencetak kulitnya adonan putih dan coklat digabung yang sebelumnya masing masing dimasukan ke piping bag, dan kembali disatukan dalam piping bag besar.

Isinya adalah ganache coklat yang ditambah irisan strawberry segar untuk memberikan variasi rasa.

Resepnya :

Adonan Kulit menggunakan resep dasar sus NCC

Adonan Dasar Kulit Sus

Bahan:
200 ml air
125 gr Margarine
1 sdm gula pasir
150 gr tepung terigu
4 btr telur

Cara membuatnya:

  1. Masak air, mentega dan gula hingga mendidih.
  2. Masukkan tepung terigu, aduk cepat hingga kalis, angkat, dinginkan.
  3. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
  4. Adonan dibagi dua, satu bagian ditambah coklat bubuk kurleb 30 gram, masing masing dimasukan ke plastik segitiga
  5. Dua plastik segitiga yang sudah berisi adonan, dipotong ujungnya dan kembali dimasukan  kedalam plastik segitiga, semprotkan diatas loyang yang sudah dioles mentega dan ditabur tepung.
  6. Cetak dan Panggang dengan suhu tinggi

Isi sus

Bahan

Whipped Cream cair 300ml

Coklat Masak 200 gram, dicairkan dengan cara di tim

Strawberry Segar dipotong kecil kecil

Cara membuat;

Kocok whipped cream sampai kaku, campurkan coklat cair, kocok sampai rata, tambahkan strawberry segar dan isikan ke dalam sus.

happy baking ! :)

My 1st Japanase Cheese Cake

Januari29

I was opened up my refrigerator last nite, and oops.. I found cheese cream which almost expired. Hm.. mau dibikin apa ya… ada jeruk lemon, whipped cream (sayangnya bukan Baker Mix, secara susah banget ya cari merk itu ☹ ) dan selai apricot yang waktu itu beli di Titan dan belum sempet di-apa2 in., jadi teringat sama satu cheese cake yang lembut dan yummy banget.. dulu sih ada yang di Singapore yang .. hmm lupa apa merknya, sekarang sih udah ada di mall taman anggrek kayaknya…

Buka buka kotak Pandora, dapet deh resep dari milis NCC, tapi..wah harus pake loyang bong-pas (bongkar pasang), sementara loyang bongpas ku diameternya bukan 22 cm seperti yang di resep… baca baca lagi..ternyata my beloved friend – dan suhu terbaik aku – almh Ruri pernah nulis di blognya, kalo ternyata Japanese cotton cake ini ternyata bisa dibalik… ( thanks a lot Mbak Ruri, I’m sure you already in heaven now!)

Yah…. secara ritual jenis cheese cake beginian` harus di au bain marie alias di tim, dan si otang (Oven Tangkring) tercintaku (yang usianya as old as my Grand Mom) engga gede2 amat ukurannya, butuh a lot of efforts to make this cake yang tadinya cuma ada dikhayalan gw beberapa hari ini, come true…Ga takut sama “Kutukan Japanese Cheese Cake” yang selalu dateng ke para pemula..???….. yaaah.. sapa takuuuutt!

Berbekal 1001 tips soal au bain marie, yang kupelajari dari suhu suhu terbaik NCC, Uni Dewi, Jeng Riana, Jeng Nadrah… such as…. Loyang bawahnya di kasih alumunium foil dulu (daripada bocor), terus… menuang air panasnya diakalin pake poci yang suka dipake buat nge-tea pagi2 (karena lehernya jenjang kayak angsa yang cantik),.. dan posisi si otang yang udah diganjel masih aja keganjenan agak miring, belum lagi my oven termometer yang mendadak kehilangan kejantanannya… (masa angkanya stabil di 250 derajat bo……!), akhirnya main feeling aja lah hay….tunggu punya tunggu, resah gelisah (halaaahh.. lebay amad seeeeh).. akhirnya sesuai petunjuk resep setelah kurang lebih 75 menit….ku intip my beloved otang….sambil mata kreyep2.. eh… jadi juga coy, tapi…(teteuub ada tapinyah) bingung juga sih, kalo jadinya kayak gini… termasuk kena kutukan JCC ato engga ya…..nah paginya masih penasaran sama si JCC ini… buka2 kotak Pandora lagi…ternyataaaaaaaaaaaa ada tips yang lupa gw praktekin euy…. Ini dikutip dari email Mbak Fatmah Bahalwan, Guru Besar Natural Cooking Club, (*biar ga lupa lagiiiiii..*)

MENGENAL COTTON CAKE

Membaca diskusi tentang Cotton Cake, jadi inget Yongky Gunawan-pakar kuliner yang suka sekali memberi nama cake dengan sebutan yang cantik dan berbeda-beda untuk cake yang sama dengan sedikit pengembangan pada resep. Beliau ini memang luar biasa. Cotton Cake, atau kue kapas ini sebetulnya adalah sejenis Taiwan Cake, atau malah boleh dikatakan “ya, emang Taiwan Cake”. Cara pembuatannya serupa tapi tak sama dengan Chiffon Cake. Bila Chiffon memadukan adonan pasta dengan adonan putih telur kaku, maka pada Cotton Cake pasta dibuat dari adonan yang dimasak, persis teknik membuat adonan cheese pada Japanese Chees Cake (JCC), dengan adonan putih telur kaku.

Kunci sukses pembuatan Cotton Cake adalah:

1. Pengocokan putih telur yang harus sampai kaku tapi tak boleh sampai kering pecah. Ini yang sering kita sebut sebagai Soft Peak. Yaitu putih telur kaku dan masih berekor bila ujung mixer diangkat.
2. jaga agar adonan cair (kuning telur, susu dan bahan lain) tetap hangat pada saat putih telur dicampurkan kedalam adonan.

Apa yang terjadi bila adonan putih telur terlalu kering kaku???…..Cotton Cake akan mudah pecah permukaannya. Kedua, cotton cake akan mengembang saat dipanggang dan mengempis saat dikeluarkan dari oven.

Apa yang terjadi bila adonan cair dingin???……begitu dicampurkan putih telur, adonan akan mencair, tidak menjadi adonan sponge yang membal. Otomatis cotton cake akan bantat keras. Lalu bagaimana menjaga agar adonan cair tetap hangat sementara mengocok putih telur???…..rendam saja pancinya diatas air panas. Ingat adonan cukup hangat, bukan ‘panas’.
Tekstur Cotton Cake sangat halus dan lembut, mirip dengan chiffon cake. Bila ditekan perlahan cotton cake terasa ‘membal’ seperti sponge cake. Karena dimatangkan dengan Au Bain Marie (Steam Bake), maka akan didapat cake yang lembab, lembut sekali dengan permukaan kering tapi bagian bawah tetap lembut tak ada gosong sama sekali.

Bila pada teknik Bain Marie umumnya menggunakan air panas, pada pemanggangan cotton cake justru menggunakan air dingin biasa. Suhu oven diperlukan normal saja sekitar 180’C.
Ketika dikeluarkan dari oven, permukaan cake akan terasa keras. Diamkan sebentar maka dia akan lembut kembali.

Tapi.. jadinya yang bener yang mana dong, au bain marie dengan air suhu normal atau udah panas nehhh…?

posted under Cake | 2 Comments »

OTangku…oh OTangku…

Juli24

I was by accident falling in love with my OTang (Oven Tangkring). Sebenernya sih siapa yang mau jatuh cinta sama oven jadul yang udah banyak bercak-bercak coklatnya yang menandakan ke-uzuran dari si OTang ini. Merk-nya pun tak jelas pula …”THOMAS CUP” :) ) entah mungkin karena oven ini diproduksi pada masa jaya-jayanya piala Thomas jatuh ke pangkuan ibu pertiwi, atau mungkin diproduksi oleh pabrik yang dimiliki oleh keluarga Lim Swie King?.. wah engga tau juga deh… tapi body si OTang ini masih keker loh… sepertinya terbuat dari stainless steel yang lumayan kokoh, terbukti..dia masih mampu menghasilkan kue kue yang rasanya wennakk walaupun pada proses pemanggangannya butuh pengorbanan yang cukup menguras keringat (soalnya panas..deket kompor he he he..). Nanti aku upload penampakan OTangku tercinta…. tapi sekarang daku mau membuktikan kejantanan si OTang, salah satunya Peach Cake yang ini, adalah salah satu hasil kerjasama yang manis antara aku dan OTangku si Thomas ini….

Peach Cake
Peach Cake
posted under Cake | 4 Comments »