SepotongKue.com

Sepotong Kue, Secangkir Kopi, Alunan Musik dan Sebuah Cerita

H Rosihan Anwar, Kekerasan hati yang tak pernah padam

Agustus13

Jelang 17 agustus 2008, 63 tahun Indonesiaku, aku berkesempatan untuk bertemu dengan Rosihan Anwar, wartawan, sastrawan bahkan budayawan yang telah melalui banyak zaman. Gambaran kekerasan hati itu sudah mulai tampak saat kami mengetuk pintu rumahnya dan beliau langsung mempersilahkan kami untuk memulai sesi wawancara. Beliau sedang kurang sehat saat tu, tepatnya senin 11 Agustus 2008.

Selembar sapu tangan handuk putih beliau pegang dan sesekali digunakan untuk menyeka hidungnya selama wawancara berlangsung. Ada rasa engga PD juga sih waktu ketemu beliau, mengingat nama besar beliau dan banyak sekali hal hal yang sebenernya ada dikepala ingin ditanyakan, tapi kembali lagi ke rumusan komunikasi yang ampuh berdasarkan teori Think On Your Feet yang dipelajari di chill out friday juli lalu ;) Simpel, langsung ke pokok permasalahan dan ketiga harus mengandung unsur persuasif dalam arti relevan dengan orang yang kita ajak bicara jadilah saya bertanya berdasarkan konsep yang sudah disiapkan Citra, produserku itu loh..

Straight to the point, kritis, langsung terkesan dari pertemuan ini. Dari mulai beliau mengomentari alat perekam yang digunakan masa kini yang semakin canggih tapi sering ada kendala jika dibanding zaman dulu yang hanya menggunakan kertas dan pulpen. Kamera pun hanya dimiliki oleh wartawan foto dan merupakan barang yang langka karena harganya cukup mahal.

Cerita dimulai dengan justru pada peristiwa pertempuran di Surabaya sepuluh november dimana beliau ditugaskan turun langsung meliput disurabaya bertemu dengan pejuang di Surabaya. Tentunya tidak ada fasilitas tiket pesawat ataupun hotel yang didapat layaknya wartawan zaman sekarang yang bertugas diluar kota. (rekaman wawancara-nya sudah bisa didengar di bawah lho!)

Bukan karena sikap loyal ke sesama jurnalis yang membuat beliau mendukung penuh usulan Aliansi Jurnalis Independent agar gaji wartawan bisa minimal Rp 4 Juta/bulan tapi karena beliau paham betul bagaimana bisa hidup hanya dengan gaji yang kecil seperti yang masih banyak diterima wartawan saat ini.

Kekecewaan yang mendalam terhadap pemerintah tercermin disetiap jawaban yang dilontarkan pada setiap pertanyaan yang berhubungan dengan apa yang terjadi dengan negeri ini. Beliau hampir tidak pernah menonton tayangan televisi lokal karena tidak ada satupun yang bisa mendidik menurutnya, dan ketika ditanya apakah yang harus dilakukan untuk negeri ini, beliau bilang, jangan salahkan siapapun karena pemerintah yang ada saat ini adalah hasil pilihanmu sendiri (makanya jangan jadi golput coy…. itu namanya ente kaga peduli lagi ame ini negare…), dan peranan keluarga dalam arti orang tua mendidik anak anak saat ini sangat berperan dalam menentukan Indonesia ke depan..(hhwalaahh wong bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang dah pada sibuk cari duit terus bukaaannn? ).

Pertemuan kami memang tidak lama karena beliau harus pergi segera, tapi dari balik semua jawaban yang terkesan arogan banyak hal yang membuat saya jadi berfikir bahwa semua orang bisa melakukan yang terbaik untuk negara ini lewat caranya masing-masing, siapapun dirimu…(hhwwah semangat nasionalisme berkobar-kobar nih…) Bagaimanapun juga H Rosihan Anwar adalah tokoh besar yang telah memberikan yang terbaik dari seluruh hidupnya untuk bangsa ini dan beliau adalah saksi sejarah, yang saat ini tidak banyak yang bisa kita temui lagi. Dibalik semua komentarnya yang seringkali membuat dada ini terhentak, beliau tetap mengungkapkan kecintaannya terhadap negeri ini, dengan mengucap Dirgahayu Republik Indonesia….! Adalah kesempatan yang sangat berharga buatku bisa bertemu beliau tahun ini..!

Tapi yang paling menarik adalah komentar beliau soal para artis yang lagi getol mencalonkan diri untuk berkiprah didunia politik, Beliau benar-benar ‘anti’ dengan hal ini, bahkan menganggapnya ini bagai sebuah dagelan dan berkomentar agar mereka berkaca diri lah… Wong dia sendiri saja menolak untuk dijadikan duta besar Indonesia untuk Vietnam pada era Pak Harto jadi presiden seperti yang ditulisnya untuk Kilas Balik Presiden Suharto :

H Rosihan Anwar

H Rosihan Anwar

Tahun 1970, saat Presiden Soeharto mengunjungi Amerika Serikat atas undangan
Presiden Nixon, saya sebagai Pemimpin Redaksi Pedoman ikut rombongannya, begitu juga Pemred Kompas Jakob Oetama. Begitu naik pesawat di Bandara Kemayoran, anggota pers ditemui Soeharto yang didampingi Letkol Sudarmono dan Kapten Murdiono. Itu pertemuan saya ketiga dengan Soeharto. Dia masih tidak banyak bicara.

Saat terbang di atas Pasifik di waktu malam, Ny Tien Soeharto datang duduk di
samping saya. Dia bertanya, “Mengapa kok tidak membantu pemerintah dan Pak Harto?” Saya jawab sambil berfilsafat seperti orang Jawa, “Begini Bu, kita di dunia ini punya lakon masing-masing yang mesti dijalani. Lakon saya di dunia pers, Pak Harto di dunia pemerintah. Jadi melu lakone wae (mengikuti perannya saja), Bu.”

Ini hasil rekaman wawancaraku dengan beliau: Rosihan Anwar Cut 1

Pada cut selanjutnya beliau berpendapat soal kebebasan pers, Simak komentar pedasnya perihal tayangan televisi saat ini, temukan jawabannya disini : Rosihan Anwar Cut 2

Apakah Indonesia saat ini sudah sedemikian terpuruk? apa yang seharusnya kita lakukan? Rosihan Anwar Cut 3

Mudah-mudahan ini bisa jadi renungan untuk kita…

Merdeka!

posted under Cerita | 6 Comments »

Chris Botti in the house… Black Cat Jazz Supper Club

Agustus8

Berkesempatan ngobrol dengan Chris Botti di Black Cat Jazz Supper Club, di Chill Out Friday.. Sudah agak lama sih  tanggal 25 April 2008 lalu. Tapi yaaa…. kayaknya hidupku bakal merana kalau aku ndak posting fotonya diblog-ku sendiri he he he,  what a wonderful moment. :) . Dalam satu bulan dia pernah konser lebih dari 20 x, rahasianya : Yoga!.  Kumpul juga dengan temen-temen komunitas fotografi dari ayofoto.com, komunitas blogger dan ada tamu lain juga Romi Rafael. Beberapa foto diatas adalah hasil jepretan dari teman-teman komunitas  Ayofoto, mas Dibya, Mas Jeffry dan my Boss Mas Jerry.

Chill Out Friday di Brew & Co Citos with Ten 2 Five

Agustus8

Jumat minggu ke empat dibulan Juli, seperti biasa kita outside broadcast kali ini di Brew & Co Citos, Cilandak Town Square.

Dibuka dengan Obrolan ‘How To Sell Your Self’ dari teman-teman Think on Your Feet, ada mas Bayu sebagai pembicara, lalu ada demo bikin kopi dari Barista-nya Brew & Co, dan pastinya akustikan dari Ten 2 Five. Ternyata nama Ten 2 Five itu diambil dari jam latihan-nya personil Ten 2 Five waktu mereka masih pada kuliah di Australia.

Thanks a lot buat yang pada datang ya…termasuk mas Safir Senduk, dan sukses buat Ten 2 Five yang sudah beralih ke jalur indie :)

Klappertaart

Agustus5

Seperti yang aku cerita sebelumnya, ini adalah tulisanku yang sudah aku tulis tapi belum sempat diupload, kemudian aku terima berita duka dari Uni Dewi, soal kepergian sahabatku di NCC (Natural Cooking Club) yang memberikan resep ini…Mbak Ruri…

Klappertaart, salah satu menu favorit kalau dateng ke restaurant manado.
Sebenernya ini sejenis puding yang lembut dan tambah maknyus kalau dihidangkan dingin alias baru dikeluarkan dari lemari Es. Cara masaknya pun sebenernya gampang banged, cuma aduk-aduk, cemplung cemplung diatas kuali terus dipanggang sambil di tim, bahasa lainnya Au Bean Marie (mudah-mudahan ga salah nulisnya :) )

Banyak yang tanya kenapa harga jual si Klappertaart ini lumayan mahal, tanya kennapaa? Ya iya laaahh… satu kelapa muda aja di Jakarta dijual lumayan mahal, untuk satu resep biasanya aku pake minimal 5 buah, belum lagi kenari yang walaupun dipakai tidak banyak tapi dia suka ngumpet alias susah nyarinya.

Yang paling suka klappertaart sudah pasti si ganteng Rayhan….
Beberapa teman yang sudah mencoba klappertart ku sih katanya mantaff..
Ini aku cantumkan resepnya yang aku dapat dari teman-teman NCC yang mungkin bisa berguna buat yang mau mencoba.

Kalau males ke dapur, engga usah kuatir, aku akan senang hati membuatkan tapi dibeli yaaaahh :)
Biasanya aku jual untuk ukuran 20×20 sekitar Rp. 90.000,- – seratus ribuan, kenapa? balik ke teori diatas tadi ituuuuu…Makanya bantuin doa supaya harga bahan kue berikut kelapa terus turun yahh… jadi kita bisa jual klappertaart seharga sama dengan yang kalo kita beli di kota asalnya :)

Berikut Resepnya…

Klappertaart
Resep by : Ruri NCC
Bahan :
1000 cc fresh milk
250 gr gula pasir
50 gr tepung terigu
50 gr tepung custard
50 gr maizena
150 gr mentega
6 btr kuning telur
5-7 btr kelapa muda
125 gr kenari panggang cincang
100 gr kismis, rendam air hangat, tiriskan
kayu manis bubuk
Toping :
6 btr putih telur
4 sdm gula pasir
2 sdm tepung terigu
kismis direndam air hangat, peras dan ciprati rhum & kayu manis bubuk

Cara membuat :
1. Larutkan tepung terigu, custard dan maizena dengan 200 cc fresh milk.
2. Didihkan 800 cc fresh milk dan gula pasir
3. Masukkan campuran susu dan tepung kedalam susu panas, aduk terus sampai mengental dan meletup-letup
4. Angkat dari api, masukkan mentega, aduk rata
5. Masukkan kenari dan kayu manis bubuk
6. Masukkan kuning telur satu persatu
7. Masukkan daging kelapa muda, aduk rata. Masukkan kismis, aduk rata.
8. Masukkan adonan kedalam cup sampai ¾ tinggi
9. Bakar dengan cara ditim selama 15- 20 menit dengan suhu 160° sampai ½ matang
10. Kocok putih telur dengan mixer sambil dimasukkan gula sedikit sedikit sampai kaku
11. Masukkan tepung terigu, aduk rata dengan spatula
12. Semprotkan toping keatas adonan ½ matang sampai cukup tinggi, taburi dengan kismis dan kayu manis bubuk.
13. Bakar lagi sampai toping berwarna kekuningan

klappertaart

klappertaart

posted under Dessert | 9 Comments »

In Memoriam, Sahabatku bu Admin NCC, Ruri…..

Agustus5

Jakarta 05 Agustus 2008.

Malam ini aku baru mau akan tulis cerita soal klappertaart, jadi sore tadi baru selesai nulis cuma belum sempat diupload.. tiba tiba sore tadi terima SMS dari Uni Dewi, salah satu suhu dari NCC, yang isinya : Innalillahi Wa Inna Illaihi Rajiun, Telah meninggal kawan/sahabat/saudara kita RURI MOEKTI ICHTIARINI (bu admin NCC) di RS MMC sore ini tanggal 5 Agustus 2008.

Rasanya kakiku lemas… dan tidak tau mau berkata apa kecuali berucap Innalillahi Wa Inna Illaihi Rajiuun…
Mbak Ruri, cerita sakitmu pernah aku dengar, tapi kami semua tau bahwa Mbak Ruri adalah Sahabat, bahkan keluarga bagi kami semua NCC’ers, sesorang yang kuat, dan luar biasa… itu kata yang tepat buat menggambarkan Almarhumah…

Langsung aku telpon Uni Dewi, Mbak Fat, Riana…dan langsung ke MMC, ternyata Ambulance baru saja berangkat..membawa jenazah ke rumah duka. Insya Allah besok aku akan datang untuk menemui almarhumah untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan.

Mbak Ruri, dua tahun lalu waktu HMFF (home made food festival), kita sama sama bikin skenario buat ngerjain mbak Fat, karena dia ulang tahun..
HMFF tahun ini aku tidak bisa datang karena ada tugas siaran…kita memang jarang bertemu, tapi semua member NCC tahu.. siapa lagi admin di milis kita yang paling ceria, paling bersahabat.. Mbak Ruri..Resep Klappertaart ini rasanya sudah berkali diposting dimilis, dan berkali2 pula aku coba… rasanya tetap luar biasa..karena resep ini diberikan dengan penuh rasa persahabatan…

Ya Allah… mudahkan jalan sahabatku menuju surga.. dan tabahkan suami, anak dan keluarganya….
Selamat Jalan Jeng Ruri…..
Terimakasih untuk semua saran, resep dan semua tulisan diblogmu kuehruri.blogspot.com, akan selalu menjadi inspirasi buatku, dan semua sahabat NCC diseluruh Indonesia dan seluruh dunia….

Rasanya aku tidak tahu harus menulis apa lagi…:((

posted under Cerita | 1 Comment »