KLA Returns…

after concert KLA @RollingStoneInaCafe

after concert KLA @RollingStoneInaCafe

Saya bukanlah pengamat musik, tapi cuma seorang penikmat musik, dan buat seorang penikmat musik rasanya wajib dong datang ke konser KLA Returns, yang kemarin diselenggarakan di Ballroom XXI Djakarta Theatre 12 Juni kemarin. Saya kenal KLA pertama kali waktu SD, waktu itu lagu “Tentang Kita’ lagi top banget… bayangin…. SD…. ngerti pacaran aja belum tapi hafal mati sama lagunya….!! Makanya biar ngantuk di bela-belain deh nonton konser ini.

Pulang siaran jumat, walaupun muka udah mukabantalmodeon, teteup semangat ’09 (bukan semangat ’45 lagi) bareng sama Mas Budi Utomo, eksekutif produser untuk Deltanesia, langsung menuju ke venue, ambil ID di Mbak Ewie *thank you Mbak :)* , KLA sudah membuka konsernya dengan Romansa , wah udah rame banget tuh didalem, surprise juga melihat deretan bangku hampir penuh, walaupun harga tiket dijual cukup mahal Rp. 400.000,-. Secara hal ini sempet diragukan beberapa teman, bakal rame engga yah konsernya.. dan ternyataaaa… tunggu dong ceritanya sampe selesai.. :)

O iya, salah seorang sahabat Delta yg membeli tiket di kami juga sempat menanyakan seperti apa sih ballroom Djakarta Theatre itu, sepertinya dia takut kalau nanti akan seperti nonton konser konser musisi/artist import di JCC atau Gelora. Saya cuma bisa bilang : “tenang aja deh… pasti nyaman…”

Dan terbukti penonton cukup nyaman untuk menikmati konser ini, didukung dengan visualisasi yang manis dari setiap lagu yg dinyanyikan, suguhannya terasa pas banget. Gedung yang berkapasitas 1000 orang ini pun terasa cukup ramai, tapi tentunya tidak berlebih juga. Smoking area tersedia di sisi kiri belakang, dan kita pun bebas memesan beverage di kanan belakang.

Saya sendiri lebih memilih deretan bangku paling belakang sambil mengamati suasana secara keseluruhan, (sebenernya sih didepan emang udah penuh juga, wong salah sendiri datengnya telat…:p)

Selesai Romansa, Saujana, Waktu Tersisa -pun dilantunkan, wah… waktu tersisa bener bener indah didengar, dibandingkan waktu lagu ini dinyanyikan KLA di Gedung Kesenian secara akustik (di youtube juga ada tuh videonya) saya pribadi lebih suka yang ini. Hey … dan akhirnya lagu terbaru dari KLA yang berjudul : Someday. Sebelum lagu ini dinyanyikan Katon sempat bercakap cakap dengan penonton tentunya dengan gaya bertutur yang sangat “KLA”, dia bilang tidak mau menjadi musisi kalau tidak lagi berkarya. Lagu Someday – pun dilantunkan dengan visualisasi video klip terbarunya yang bernuansa futuristik, (jadi inget, waktu video klip ini dibuat, besoknya pagi pagi KLA diundang di acara 1st anniversary-nya Deltanesia). Ada nuansa rock, dan rap dalam lagu ini, tapi KLA memang adalah KLA yang selalu mencipta nada nada yang menurut saya tidak pernah terasa ‘basi’, belum lagi kekuatan lirik dari semua lagu KLA yang juara banget deh… kayaknya sih sampe sekarang belum ada yang menandingi deh..

Selesai lagu Someday , lagu yg diambill dari album ke 8 mereka di tahun 97 Sintesa pun dinyanyikan, Katon sempat bercerita kalau sebenarnya KLA sangat total dalam mencipta lagu ini, tapi ternyata album ini gatot, alias gagal total. Yah….kalo pendapatku sih sebenernya engga ada yang salah sama lagu ini, bahkan lagu ini kalau dibandingkan dengan lagu-lagu indonesia yang direlease di tahun yang sama jauh lebih ‘berisi’, mungkin yang salah adalah kenapa lagu ini direlease pada saat krismon, mungkin orang orang udah pusing sama PHK, jadi musik diprioritas ke sekian, (barang kali loooh, secara saya bukan pengamat ekonomi juga… tapi waktu itu ngalamin krismon juga sih sampe bank tempatku bekerja harus merger…:(, jadi bagus atau tidaknya musik buat saya waktu itu jadi prioritas ke sekian….alias musik apa aja juga didenger kaleee….yang penting bisa bikin happy).

Lepas lagu ini, kemudian giliran lagu Pasir Putih yang dulu di release tahun 92. Kemudian saya bilang ke Mas Budi dan Nadia, pokoknya kalo habis lagu ini yg dinyanyiin lagu Semoga , gw bakal teriak deh… dan ternyataaaaaa…. memang feeling saya selalu so good.. denting piano dari Adi memulai lagu Semoga pun dimainkan, dan jadilah saya beneran menjerit, penonton pun engga tahan untuk ikut bernyanyi dari awal sampai akhir…. Selepas lagu ini, kita kayak di hajar habis-habisan sama lagu-lagu Nostalgia KLA lainnya, seperti: Rentang Asmara , (posisi Siska digantikan oleh Sierra). Nah feeling saya bilang pasti habis lagu ini ada lagu manis lagi, kayaknya i really need a cup of coffee… sambil berjalan ke arah kanan, eh sepertinya saya melihat seseorang dalam kegelapan, secara orangnya juga gelap jadi musti dua kali menoleh :)), betul ternyata ada Andre Hehanusa yg lagi berdiri sambil senyum-senyum sama pasukan-nya… jadilah kita ngobrol sebentar, menikmati kopi, sambil mendengar lagu… Jogja, Jogja, Jogja ……… O iya saya juga sempet tanya pendapat dia soal konser ini, dia bilang sih, secara umum ok, dan setuju kalo visualisasi setiap lagunya menambah manis penampilan KLA, tapi tidak berlebih. Buat para pecinta KKEB , jangan bilang-bilang yaaaahh.. katanya Andre juga mau menggelar konser juga lhooooo…..

Huuuh… puas sama Jogjaaaa? bellluum… ada lagu Terpurukku Disini, Meski Tlah Jauh, dan Laguku .. *ya sedikit bergoyang dangdut deh*, Gerimis, salah satu lagu tadi Lilo sempat nyanyi sendirian diiringi teriakan dari Andre dari belakang “Lilo I luv Yooouuuu!! “… dan akhirnya….. Bulan Merah Jambu.. upps maksudnya Tak Bisa Kelain Hati …(jangan diterusin sambil diplesetin ya… tapi bisa kelain body… iih basiiii deeeyy. Kayaknya strateginya memang kita sengaja dibikin orgasme habis habisan (hush jangan mikir yang lain2 dulu ya…. itu istilah kita kita para penikmat musik, kalo denger musik musik indah), karena lagu lagu manis dinyanyiin secara beruntun. Oh iya.. sempet ketemu Mas Kadri juga *thank u for the CD :)*, didengerin deeeeh lagunyaaaa….! Mas Kadri rupanya ‘terpaksa’ duduk manis yah… walaupun udah gatel pengen berdiri juga….he he he

Akhirnya konser diakhiri dengan lagu Rentang Asmara , Katon meminta seluruh penonton buat berdiri, (kalo kita sih udah berdiri dari tadi kalee…..mana enak nonton konser musik begini duduk maniiisss). Walopun KLA meng-klaim udah nyanyiin 16 lagu, (saya sih engga ngitungin boooo..! mana berasa… enak enak semua gilaaaaa…!!), dan Katon udah say thanks dan ritual perkenalan setiap pemain musik sudah dilakukan, tapi nampaknya penonton tetep malas beranjak pergi, berharap ada additional song gitu? engga la yaw….

Intinya…that was a great nite, great show, bukan cuma nostalgia, tapi pembuktian bahwa Indonesia masih memiliki musisi musisi berkualitas baik dari segi musik, lirik…. Bravo KLA, semoga seperti yang Katon bilang : “‘Semoga… Semoga KLA bisa lebih dari 10 tahun lagi bisa terus ‘menangis lagi’. Matur nuhun semoga Tuhan membalas,”

Satu lagu yang bikin sempet saya ‘menangis’ :

Surya terpancar dari wajah kita
Bagai menghalau mendung hitam tiba

Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian
Segala musnah
Lalu gerimis langit pun menangis

Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu lewati itu semua

Dan bukan menyerah untuk berpisah …

Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian
Segala musnah
Lalu gerimis langit pun menangis

Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu lewati itu semua
Kekasih, andai saja kau sadari
Semua hanya satu ujian ‘tuk cinta kita

Dan bukan alasan untuk berpisah …

*Coba bayangin.. kalo nulis lirik aja begini…. gemana waktu mereka nge-gombalin pacarnya ya? bukan termehek-mehek lagi kali…*
Oh iya Farhan, Heka, you guys really missed the great show, but…… MMS- gw udah nyampe kaaaaannn? hua hua hua….:p

4 comments

  1. eko sutrisno hp says:

    Aku juga suka KLA, sampai-sampai anakku namanya LILO
    Apalagi lagu Yogyakarta, selalu mengingatkan aku akan kota kelahiranku.

    Sayang untuk acara ini gak bisa dateng.
    Gak papa deh ada LiLo di rumah yang selalu mengingatkan aku akan KLA.

    Salam

  2. Dicky Arisandi says:

    hmm,saya pecinta beratnya KLa,walaupun saya lahir tahun 94,saya tahu lagu KLa dari awal karir nya sampai sekarang,dan gw sering dibilang orang “JADUL” sama temen aku hahhahaha…………

Tinggalkan Balasan


4 + = thirteen