Andrea Hirata – One Hour on Thursday 99,1 Delta FM –

andrea hirata

Hari itu adalah kali kesekian saya bertemu Andrea Hirata, setelah sebelumnya bertemu di acara nonton bareng film Sang Pemimpi, dan juga di studio Metro TV untuk  acara Kick Andy Heroes. Di kesempatan terakhir itulah saya mengajak Andrea untuk hadir di siaran saya untuk 102 One Hour on Thursday.

Setengah jam sebelum on air, Andre sudah hadir distudio, padahal hari itu adalah hari pertandingan antara Persib vs Persija dimana letak studio kami berdekatan dengan kawasan Gelora Bung Karno. Ternyata Andrea hadir ke studio menggunakan jasa ojeg, karena mobilnya yang berplat D kena timpukan supporter Jakmania sehingga terpaksa harus ditinggal di kawasan Kuningan, dari sanapun dia bercerita tidak ada taxi yang mau mengantar ke Ratu Plaza karena takut akan terjadi kerusuhan.

Andre hadir kelihatan begitu casual, kemeja putih, jeans dan tidak ketinggalan topi ala pelukis yang katanya mengingatkan dia pada seseorang yang katakanlah Bapak asuhnya pada saat dia menimba ilmu di Prancis, sosok itu terlihat begitu tenang saat menghadapi kanvas-nya dan itulah yang membuatnya memiliki koleksi topi itu.

Kecintaannya pada Bu Mus sang guru SD yang senantiasa ada di hatinya tercermin pada saat kami memutar suara Bu Mus yang memang kami rekam untuk menceritakan sosok Andrea di matanya, Bu Mus bercerita hal yang Andrea sudah tidak ingat lagi yaitu saat Andrea menimpuk sarang lebah dan harus menceburkan diri ke sumur untuk menghindari kejaran lebah. Air mukanya pun berubah haru saat Bu Mus berpesan agar Andre tetap menjadi orang yang tidak lupa dengan Allah SWT dalam menjalani harinya, pesan itu juga yang Andre dapat saat terakhir berjumpa Bu Mus saat pemutaran layar tancap film Sang Pemimpi di Belitung, bahkan saat kami memutar lagu Restu Cinta dari Gigi, Andrea juga tampak haru.

Kesuksesan buku Laskar Pelangi diceritakan Andre bukan hanya jutaan eksemplar yang sudah dicetak di Indonesia tapi juga diterbitkannya buku ini dalam edisi Bahasa Inggris dan kabar baiknya sudah ada agen di Cina yang akan menterjemahkan novel ini dalam bahasa setempat, ironisnya sebanyak tiga kali lipat dari jumlah eksemplar resmi versi bajakan Novel ini juga beredar di Indonesia. Bahkan lebih dari sekali Andrea ditawari buku bajakannya sendiri di beberapa kawasan di Jakarta, yang di tawarkan dengan harga Rp. 25.000,- saja.

Menjadi seorang publik figur yang dengan label pembicara termahal untuk kategori penulis buku diakui Andre itu berawal dari ketidaksengajaan, yang tadinya dimaksudkan untuk menolak tawaran menjadi pembicara  karena tidak enak hati ke pihak pengundang sehingga menawarkan harga tinggi, ternyata malah disanggupi. Tapi menurut Andre yang harus diingat adalah dia juga seringkali hadir berbicara di sekolah atau perguruan tinggi tanpa bayaran.

Bukanlah hal yang selalu menyenangkan menjadi sorotan publik, kerap kali ada info kalau Andrea tidak suka diusik soal keluarga, biasanya kemudian publik akan mulai menghubungkan dengan kenyataan status Andrea yang konon pernah menikah.  Tapi pada saat kami menanyakan apakah benar karena ketenarannya sekarang itu dia harus menghadapi banyak hal seperti salah satunya rumah keluarganya di Belitong yang selalu dikuntit orang, bahkan sampai ada yg memanjat pohon untuk melongok kedalam, Andrea membenarkan, dan dengan kerendahan hati dia meminta agar sekiranya bisa dimengerti keadaan orang tuanya yang sudah berumur dan membutuhkan ketenangan karena dalam kondisi sakit. Andrea mengajak media atau siapapun yang ingin bertemu dengan keluarganya agar sebelumnya bisa berkomunikasi dengan dia sehingga bisa diatur di waktu dan tempat yang lebih baik.

Apakah kemudian ketenaran ini juga mengubah sosoknya menjadi kebanyakan publik figur lain?, Andrea bercerita kalau sesekali dia pernah keluar rumah menggunakan jibab ataupun masker yang biasa digunakan oleh perawat atau penderita flu.

Kesehariannya Andrea mengaku tidak memiliki dompet, dia menaruh uangnya dalam tas, tidak punya kartu kredit dan bahkan  menggunakan kartu prabayar untuk keperluan telekomunikasinya. Akankah ini berubah setelah dua novel terbarunya di launch dalam waktu dekat?  Buat saya Andrea adalah sosok yang sederhana dan selalu mencoba menebar virus untuk menulis seperti yang dia lakukan setelah siaran kami usai.

andrea hirata

Tinggalkan Balasan


seven - 4 =