Kangen Bolu Kampung yang Enak….

Jalan jalan ke pertokoan, menonton liputan televisi soal kuliner, baca baca majalah, sekarang ini lagi trend banget yang namanya Red Velvet Cake, kue yang warnanya merah cantik yang konon dari air sari buah bit, dan Rainbow Cake, kue warna warni yang super duper cantik.

Rainbow Cake, cake berlapis warna pelangi ini dipelopori oleh mahasiswi di Amerika yang namanya Kaitlin Flannery, yang perhatian banget sama sahabatnya, sampai saat sahabatnya yang sangat suka pelangi ini diberi kejutan kue ulang tahun yang jika dipotong ada warna pelangi, ternyata teman teman lainnya suka banget sampai Kaitlin ini menulis diblog pribadinya dan boom.. Ramai jadi perbincangan di dunia social media.

Ketenaran sang Rainbow Cake ini maka akhirnya muncul di sebuah acara televisi di Amerika sana The Martha Stewart Show, April 2010. Hebatnya lagi trend ini mendunia dan hadir di Indonesia belakangan dan semakin menjadi.

Sementara, Red Velvet Cake punya cerita berbeda, Cake berwarna merah seksi, beraroma coklat, berlapis cream cheese frosting ini konon sudah ada sejak tahun 1800-an dan merupakan salah satu variasi jenis Angel Cake, awal 1900an tanpa sengaja seorang koki menumpahkan kuning telur & coklat dalam jumlah yang banyak kedalam adonan RED VELVET CAKE dan hasilnya terciptalah Cake jenis baru yaitu DEVIL’s FOOD CAKE, yang rasanya benar benar bikin penyuka coklat akan merasa ‘kesetanan’ :)

Ketenaran Red Velvet Cakes semakin mendunia setelah The Oprah Winfrey Show menobatkan cake ini menjadi The Best Cake in America Revealed

Belum lagi cup cakes lucu lucu berselimut fondant dengan figurine yang selalu up to date atau butter cream yang jadi favorit pilihan untuk ulang tahun bertebaran dimana mana. Sayapun pernah mencoba membuatkan cupcakes untuk beberapa teman, karena mereka konon pingin ngerasain buatanku, padahal aku jarang jarang buat, ngga percaya? Nih beberapa karya keisenganku.

Hello Kitty Cup Cakes

 

Cup Cakes Edisi Binatang Laut

Di Negeri ini, banyak sekali kawan kawanku yang jago banget bikin cup cakes ataupun cake yang model apa saja, contohnya saja di Natural Cooking Club, milis pecinta kuliner yang aku ikuti dan tempatku belajar juga yang sebagian besar anggotanya adalah pengusaha ‘bakul kue’. Ada yang amatir (persis seperti aku), semi amatir, expert bahkan sudah level suhu atau guru yang semuanya engga pernah bosan berbagi ilmu, semangat, dan tips urusan perkuean dan masakan. Membernya engga cuma di Indonesia, bahkan WNI di banyak negara. Blog atau website pribadi merekapun bertebaran, dan hasil karya mereka banyak yang mengundang decak kagum, bahkan mereka banyak yang sudah menjadikan hal ini menjadi bisnis yang serius walaupun berbasis rumahan dan online.

Kembali ke masalah per-kuean atau cakes, sekarang aku sedang merindukan kue kue jadul, kue bolu jaman dulu yang teksturnya agak keras, tapi selalu hadir di acara acara keluarga.
Marble cake, kue bolu bermotif coklat, bolu tape, duh.. kangen.. Banyak sih menjual, kebanyakan di pasar subuh, atau toko kue terkenal, tapi sayangnya penampilan mereka kalah dengan cake cake asal negara lain yang laku banget di sini.

Bolu Tape

Ibuku suka bikin bolu tape, teksturnya lembut, wangi tapenya menyebar saat baru matang, kami pun biasanya berebut sisa kue yang lengket ketinggalan di dasar loyang saat kuenya baru dipindahkan ke piring saji. Sedapnya di nikmati saat masih hangat.

Begitu juga sensasi bolu ‘kampung’, yang belakangan aku baru tau kalau bolu itu bernama Marble Cake, biasanya ibuku membuat motif coklatnya menjadi seperti motif kembang dengan alat bantu garpu ataupun tusuk sate.

Bolu buatan Ibu memang selalu juara, kalau dipasaran sih banyak yang menjual, tetapi kebanyakan rasanya yah standard, terkadang mengganjal jika ditelan jadi harus dibantu dengan air minum karena meninggalkan rasa mengganjal di tenggorokan.

Tidak ada yang salah dalam kue bolu yang dijual itu, karena si pembuat tentunya akan menyesuaikan bahan dengan harga jual selaras dengan segmen pasar yang dituju. Apalagi bicara selera, setiap orang pasti berbeda dan nampaknya bakal mumet deh kalau untuk merumuskan kategori bolu kampung yang enak.

Bolu atau Cake jadul biasanya tidak mengandalkan pewarna buatan dalam pembuatannya. Biasanya hanya menggunakan bahan alami, hijau diambil dari daun pandan dan suji, coklat ya dari bubuk coklat, mungkin karena itu jarang ada varian bolu kampung yang berwarna warni atau entah karena memang bolu kampung itu memang klasik, coklat dan putih kekuningan saja.

Atau saya mungkin yang kurang rajin mencari tahu dimana bolu kampung yang enak dilihat dan sedap dipandang mata

Adakah salah satu dari sahabatku yang mampir disini juga kangen akan kehadiran bolu kampung ini?

Tinggalkan Balasan


six - = 3