Maya

Saya mengenal Maya, Gadis cantik yang sekarang usianya 18 tahun dari Ibunya.
Ibunya sudah seperti keluarga buat saya, dulu aktif sebagai relawan di salah satu radio yang saya pernah bekerja. Kami sering kerja bareng setiap ada kegiatan menggelar posko bencana. Ibunya aktif dari mulai mendengar radio, menggalang bantuan, bawain kopi untuk para relawan, terjun langsung ke posko, sampai pernah mengantar saya muter muter di pasar rumput untuk mencari salah satu preman di pasar itu, karena ada seorang nenek yang jatuh sakit berhari hari di pasar itu tanpa ada yang mengurus dan akhirnya meninggal. Karena sebatang kara, dan nenek itu kesehariannya ada dipasar itu, maka untuk mengurus surat jenazah sebelum dikuburkan harus ada tanda tangan ‘keluarga’ dari sang nenek, yang otomatis harus ditanda tangan oleh sebut saja Bang Bosi ini karena dialah penguasa pasar pada saat itu.

Ibunya Maya pekerja keras, kesehariannya dia menjahit baju kebaya. Pelanggannya banyak, dari orang biasa sampai orang orang terkenal. Dari ketekunannya inilah dia bisa membesarkan anak anaknya termasuk Maya.

Sedari kecil Maya memang sudah kelihatan cantik. Kulitnya putih, bersih, darah blasterannya mungkin memang ada dari keturunan nenek kakek dari Ibunya.

Pernah satu kali saya, Maya dan si Ganteng anakku niat banget foto foto di seputar UI karena selain mereka memang berteman, kedua anak kecil ini unyu banget buat difoto. Maya usianya berjarak cukup jauh dengan siGanteng.

Maya dan siGanteng

Maya dan siGanteng

Maya

Maya

maya kecil dulu

maya kecil dulu

Seiring berjalannya waktu, saya jarang ketemu Maya dan Ibunya. Ketemu hanya pada saat saya perlu menjahitkan baju, gaun, atau kebaya aja.

Kemarin setelah sekian lama engga ketemu, saya kaget lihat Maya yang sekarang sudah 18 tahun, makin cantik, tingginya 175 cm, kulitnya putih bersih dan sikapnya masih sama, sopan dan senyum terus. Saya sempat nanya, kamu cantik banget May, emangnya engga mau jadi artis?, dia cuma senyum dan bilang, kalau dia sukanya difoto dan modeling aja.

Berceritalah sang Bunda soal Maya, saat Maya usianya 13 tahun, mereka berdua sedang jalan jalan di sebuah plasa di Jakarta. Tiba tiba ada seseorang yang mengaku suruhan musisi Ahmad Dhani mendekat dan mengundang Maya kerumah sang Musisi. Singkat cerita, Maya diundang datang ke studionya sang musisi itu untuk di tes kemampuannya bernyanyi ditemani sang Bunda. Ya.. Maya memang engga pandai menyanyi walaupun jaman sekarang semua itu bisa diakali. Walaupun sudah dijelaskan panjang lebar oleh sang Musisi, tetap saja Maya engga mau. Dan sang Bunda, tentu saja bukan tipikal orang yang mau memaksakan kehendaknya demi popularitas sang anak pun mengajak anaknya pulang.

Karena kepiawaian sang Bunda menjahit kebaya, ada beberapa kliennya yang melihat Maya kemudian meminta Maya untuk menjadi model foto butik kebayanya. Ya itu masih mau Maya lakukan karena dia memang suka di foto.
Kegiatan pemotretan nya memang engga banyak, karena Maya masih sekolah. Ibunya bercerita, setiap anaknya dapat honor, berapapun hasilnya Maya engga pernah lupa untuk menyisihkan ke anak yatim dan memberikan ke Ibunya. Bahkan, Maya masih mau loh nganter jahitan ke rumah pelanggan Ibunya. Mereka sekarang tinggal di seputar selatan Jakarta, Ibunya masih mengontrak rumah disana.

Jaman sekarang, di era rata rata anak muda banyak yang mengambil jalan pintas untuk menjadi terkenal, Maya santai saja. Saya jadi teringat saat mengantar siGanteng anak saya untuk diajak casting figuran iklan vitamin anak anak, saya banyak menemui ibu ibu yang luar biasa berambisi meng’artiskan’ anaknya.
Anaknya didandani sedemikian rupa, di cubit kalau engga mau beraksi bagus saat casting, sampai diiming imingi hadiah kalau lolos casting.
Sementara saat itu saya mengantar siGanteng karena memang diminta datang oleh kawan yang mau buat iklan, dan saya juga pasti akan langsung ajak pulang dia kalau dia engga happy atau bête disana, karena misi saya cuma memberikan siGanteng pengalaman seperti apa sih proses casting sebuah iklan. Ya akhirnya siGanteng memang beraksi sebagai figuran iklan TV yang durasinya sangat sebentar itu, tapi prosesnya melelahkan.

Kembali ke Maya, hm.. kamu hebat May, tetaplah rendah hati dan percaya diri kalau memang kamu berbakat suatu saat nanti pasti kamu akan jadi ‘seseorang’.
Jaga baik baik Bundamu ya.. dia wanita hebat, pekerja keras yang tidak mudah menyerah, dan tahu benar bagaimana cara membesarkan anak gadis yang amat cantik seperti kamu, yang rasanya sulit banget ditemui dijaman sekarang ini.

Maya dan siGanteng sekarang

Maya dan siGanteng sekarang

Maya and Me

Maya and Me

Tinggalkan Balasan


6 - four =