Sunday Food Market-nya @SepotongKue

foto taken by Mbak @unilubis

Laki laki berpakaian casual dan istri bule-nya mendekat ke booth kami yang berukuran 2,5 x 2,5 m2 di selasar antara jajaran café dan resto cilandak town square.

Sang suami berkata : ‘Bisa pake debit card engga?” . Saya cuma tersenyum dan bilang : “ Bapak mau borong ya, hehe belum bisa Pak, ini kan Bazaar ☺”

#SundayFoodMarket adalah event bazaar yang di organisir oleh ThinkTank yang digelar setiap hari minggu di bulan Juni lalu.

Saya, tukang kue amatir yang sesekali terima order dari teman- teman dapat infonya dari @tenit di twitter seputar pop up bazaar ini. Sebelumnya saya pernah datang di event sejenis di Kemang Village, dan terkesima, senang rasanya melihat booth booth yang unik, kreatif, jenis makanan yang disajikan, dan para pesertanya yang kebanyakan anak muda yang engga malu-malu menjajakan dagangannya.

Sebagai pecinta kuliner rasanya terpanggil buat ikutan hal serupa walaupun saya belum punya persiapan apa apa. Nah, baca info dari Teh Nita Sellya tadi, rasanya terbayang-bayang bagaimana si @sepotongkue ini bisa eksis atau hadir di event itu atau lebih tepatnya memberanikan diri buat memperkenalkan produknya ke pasar yang sesungguhnya.

Tanpa buang waktu saya telepon penyelenggara menanyakan persyaratan dan lain lain. Lantas mendapatkan kabar bahwa space masih tersedia, budget ya masuk sih, karena target saya bukan omset tapi menantang keberanian diri buat jualan sesungguhnya. Saya pun daftar.

Kemudian baru terfikir seperti apa penampakan boothnya, property yang saya punya apa, material promonya apa.. dimana saya engga punya persiapan apapun. Apalagi penyelenggara minta di kirimkan foto draft layout dari penampakan booth karena pihak citos engga mau ada peserta yang cuma pasang meja dan taplak. Semakin unik, semakin baik.

Duh pusing engga sih…. Ya harus dicicil, sesegera mungkin. Sayapun bongkar bongkar gudang untuk melihat property apa yang saya punya. Kebanyakan sih hanya barang barang display kecil yang saya punya plus lampu. Hunting pun dilakukan, meja, papan tulis menu, barang perintilan yang unik, bikin taplak di tukang jahit dipasar, langsung saya kebut. Ruang tamu dirumah saya sulap sebagai booth sementara, dan fotolah pake kamera handphone, lantas kirim.
Done!. Untungnya hasilnya gag jelek jelek amat sih ☺

Problem selanjutnya, Standing Banner, Kartu Nama , Food Tag… Nah beruntung saya punya keponakan cantik yang masih belajar design design yang bisa saya karyakan. @afliansa.. ☺ baru masuk UI dan punya banyak waktu buat bantu.

Icha panggilan sayang keponakanku, masih amatir, sayapun demikian, jadilah kita berdua mendesign keperluan promo disana sebisa bisanya. Untungnya untuk logo saya sudah siapkan jauh jauh hari saat pertama kali jatuh cinta dengan kata : Sepotong Kue.

Persiapan produksi, apa aja yang mau dijual, berapa banyak stok semuanya belum terbayang. Semuanya saya kerjakan berdasarkan ilmu kira kira. Belum lagi proses loading in yang harus dilakukan pagi buat, loading out–nya tengah malam.

Ketar ketir, puyeng, yaaah Bismillah aja… kalaupun ada yang kurang kurang, selalu ada yang saat yang pertama untuk memulai sesuatu.

Bukan cuma persiapan eventnya. yang bikin saya deg-degan salah satunya apa ya kira kira pendapat orang-orang soal produk saya nanti… kalau dikomplain langsung, apa saya siap?. Ya Harus!

Tanggal 1 Juni datang, semangat 45 saya melakukan loading barang, dibantu keponakan tercinta, suami, saudara dan #siganteng anakku tercinta. Mereka jadi penyemangat saya di saat saat kayak begini ☺

Booth sudah set, jreng jreng…… Pagi, masih sepi, ya iyalah siapa yang mau dateng ke mall pagi pagi kecuali yang mau nge-gym. Siang.. sudah mulai bermunculan, semangat 45 kami memperkenalkan produk walaupun engga seagresif SPG kartu kredit. Tanggapannya berbagai macam, cuma lewat, mampir sebentar untuk tanya – tanya, beneran beli, ataupun cuma PHP. Semua saya hadapi dengan lapang dada hehehe. Kehadiran teman teman penyemangat seperti Mbak @unilubis @VenturaE @blanthik_ayu @pasarsapi dan teman teman yang pernah mengorder kue soes dan ice cream andalanku jadi hal yang berhargaaaa banget.

Terkadang geli melihat anak kecil yang melet-melet melihat gambar ice cream sementara ibunya engga mau mampir. atau sedih saat orang hanya melintas tanpa terlihat tertarik sedikitpun melirik ke booth kami padahal senyum lebar sudah disiapkan walaupun jaraknya masih puluhan meter dari area booth.

Sebulan penuh setiap hari minggu saya mencoba peruntungan saya dalam artian memperkenalkan produk ke orang orang yang murni saya belum kenal. Berbagai masukan positif dan negatif menjadikan saya tambah semangat untuk lebih serius lagi. Capek badan karena kami harus loading pagi dan unloading tengah malam tidak saya rasakan sebagai gantinya adalah warna warni pengalaman yang kadang rasanya pahit tapi saya jadikan bekal untuk lebih fokus membuat segalanya lebih baik.

Kembali ke cerita awal, selang satu jam kemudian, Lelaki yang menanyakan perihal kartu debit tadi kembali ke booth saya, dia bilang : “Gara-gara kamu nih, saya jadi harus ke ATM” tapi kemudian dia memesan kue dan es krim saya, sambil bilang.. ini enak.

Satu hal yang saya catat untuk diri sendiri, jangan pernah takut atau malas untuk melangkah atau membuat sesuatu yang baru. Jangan pernah takut untuk di kritik, jangan pernah ragu untuk melakukan hal yang kamu suka atau kamu idamkan sejak lama. Karena kalau kamu engga pernah memulai, ya engga akan pernah ada hasilnya, dan jangan pernah takut untuk gagal!

IMG-20140622-WA0066

IMG-20140601-WA0000

IMG-20140601-WA0002

IMG-20140601-WA0005

Tinggalkan Balasan


- five = 4