Yang seru dari nonton konsernya Al Jarreau & George Benson. (1)

Beberapa catatan kurang penting yang sempat dilihat di konser dua musisi besar dunia yang sempat terekam kemarin di JCC sabtu kemarin adalah :

Sebelumnya kenapa dibilang kurang penting, karena sebenernya engga ada hubungannya dengan dua musisi itu sendiri, tapi lebih kepada para penikmat musik yang datang menonton konsernya.

Salah satu kelebihan kita kita yang mendapatkan id card sebagai ‘press’ adalah kita bisa dapat posisi yang strategis buat menonton konser itu ataupun mengamati penonton. Dari awal masuk ke lobby JCC, seperti biasa kalau ada perhelatan musik para pemegang id press ini sudah ambil posisi untuk mencari gambar, video, ataupun narasumber yang tentunya bisa mendukung peliputan mereka. Sayapun yang memang punya kebiasaan suka memperhatikan dengan seksama satu persatu orang yang lalu lalang di depan muka (naluri kali yaa..) seolah olah mendapatkan object yang pas banget dilobby JCC ini.

Dua perdua (bukan satu persatu lagi) para penikmat musik jazz (mudah mudahan semua begitu) mulai berdatangan dengan bermacam macam dandanan. Ada yang bergaya casual, cukup dengan jeans dan t-shirt, ada pula yang dressed up -terkesan berlebih juga sih-, gimana engga, ada yang pake sepatu boots kulit coklat tinggi (sempet juga sih dalam hati iseng mau tanya, mbak- mbak.. kudanya diparkir dimana..?), ada juga yang datang bagaikan mau kondangan dengan full make up, aksoseris dan gaun backless dress yang memamerkan keindahan punggungnya, ataupun dress bertali yang cukup sexy dan tentu saja dinikmati oleh banyak lelaki yang sedari tadi matanya sama seperti saya engga bisa tertib. Kitapun bertanya-tanya apakah ada artis pembuka yang akan tampil sebelum konser ini dimulai, rasanya sih dari data yang kami punya engga ada tuh. Ya… sah sah aja kok setiap mau datang dengan penampilan yang bagaimana, mengingat ini adalah event musik jazz yang sering dikategorikan ‘berkelas’. Belum lagi kita pasti bakal ketemu teman, kolega, gebetan, mantan pacar (engga dink yang ini mah) atau syukur syukur kena shoot jadi bisa mejeng di salah satu stasuin TV (halaah engga banget deh yang ini). Tapi, buat orang-orang yang sudah sering menonton event musik yang kerapkali digelar disini, pastinya sudah tau banget kalau air conditioner disini bekerja dengan sangat baik, yang artinya… kalau kita akan berada disalah satu ruangan di JCC ini lebih dari satu jam, engga mungkin aja engga kekamar kecil..(itu sih aku…engga tau kalo yang lain he he), dan kedua, ada satu aksesoris yang haram hukumnya kalo ditinggal alias wajib ketimbang high heel shoes ataupun sepatu boots yaitu : JAKET. Benda yang satu itu ampuh banget mengusir rasa dingin kalo lagi nonton konser selain jamu tolak angin dan makan dulu sebelum nonton konser dong pastinya…(soal jamu tolak angin cair, itu andalannya temanku Mbak Ria, wong ke kekantor aja pasti dibawa kok hehe.. sorry mbak Ria 😉 aku juga udah mulai ketularan kok, cuma kemaren aja engga bawa.. stoknya habis)

Konser yang sedianya dimulai jam 9 malam akhirnya mulai juga dengan sedikit ngaret (duh…jakarta time banget ya ☹). Nunggu-nunggu kapan Al Jarreau & George Benson keluar beberapa kali tampak seseorang keluar masuk stage untuk sekedar mengecek kesiapan alat musik yang sudah dipajang sejak kita masuk. Mungkin karena iseng salah satu dari penonton tepuk tangan lantas diikuti dengan tepuk tangan plus disambut keriuhan oleh penonton yang lain. Ngeledek sih maksudnya, soalnya yang bolak balik keluar itu sudah pasti bukan dua musisi yang ditunggu-tunggu, wong badannya aja segede gaban dan berambut gonjes. Yah…lumayan deh buat seru-seruan aja..

Akhirnya para musisi masuk ke-stage dan memulai konser dengan membangkitkan semangat para penonton dengan memainkan medley dari lagu lagu andalan kedua musisi yang bakal segera naik panggung. Nah kalau gimana jalannya konser saya tidak akan tulis disini.. itukan tugasnya wartawan yang ngeliput disana .. kasian dong entar hasil liputannya engga dibaca karena ada disini…

Tapi intinya konser berlangsung mulus selama hampir dua jam deh kita berada di ruangan ber-AC dingin itu. Saya sendiri harus beberapa kali bolak balik ke toilet yang pastinya ketemu dengan para wanita (ya ia lah,,, masa pria, wong toiletnya wanita kok), yang ekspresinya kedingingan sambil menahan pingin pipis. Untungnya karena akses para pemegang id card ‘press’ ini dari kiri bawah, jadi kita punya toilet khusus yang engga terlalu rame. Tidak terasa sudah lewat jam sebelas malam pada saat Al & George (bukan sok akrab nulisnya begitu, tapi memang begitulah kedua musisi itu saling memanggil diatas panggung) menyanyikan potongan lagu …”everytime you go away…” which is artinya ‘Woy penonton…udah lagu terakhir nih……!” (lenong kaleeee..). Sesaat setelah itu sudah pasti seperti layaknya bubaran nonton bioskop, toilet pun diserbu…..

Jaket plus syal yang saya gunakan buat menghangatkan badan dan leher rasanya kurang nendang melawan hawa dingin di plenary hall. Setiap event Java Jazz pun dimana yang datang hitungannya berkali lipat dari konser ini, rasa dingin tetap terasa menusuk. Citra, temanku yang kelupaan membawa jaket (walaupun dia engga pake baju yang terbilang kategorinya kurang bahan) jadi kurang nyaman menikmati konser karena kedinginan, beruntung dia harus keluar beberapa kali buat live report diradio walaupun momentnya salah.. karena pas setiap dia keluar pasti lagu yang lagi ditampilkan adalah lagu andalan ☹. Kebayang.. bagaimana para penonton yang berbaju minim itu.. apakah besok punggung mulusnya harus merah merah karena kerokan? Belum tentu juga sih.. siapa tau mereka memang udah biasa sama dingin –nya AC disana.. kita aja kali yang rada rada katro.. ☺ [kalau kalimat ini dibaca para ABG, pasti di sambung… KITA??? Gw engga tuuh…loe aja kaleeee…]


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /var/www/vhosts/sepotongkue.com/httpdocs/home/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 399

One comment

Tinggalkan Balasan


- 3 = two