In Memoriam, Aki penjual Mie Jawa di Buncit.

My Favourite...

My Favourite…

Bakmi Jawa, salah satu makanan favoritku apalagi yang dimasak asli masih pake arang.
Di Buncit, tepatnya jalan margasatwa sebelah salah satu showroom mobil, dimana kalo siang jadi bengkel, ada salah satu tempat menjual Mie Jawa Favoritku.

Favoritku Mie Rebus, ditambah beberapa potongan cabe rawit, panas, pedas…hmmm…juga secangkir teh poci dengan sedikit gula batu.

Memang sih harus penuh perjuangan nunggunya, karena Aki (Aku memanggil dia Aki, asalnya dari bahasa sunda yang berarti Bapak Tua atau Kakek), lelaki tua yang perawakannya kurus, kulitnya gelap seperti kebanyakan orang jawa, dan sudah mulai kehilangan banyak giginya, harus memasak mie pesanan orang-orang satu persatu. Tapi dia masih kuat memasak 100 mangkuk lebih untuk satu malam. Jangan harap bisa kebagian kalau udah jam 10 malam sampe disini.

Singkat cerita karena intensitas yang lumayan sering, aku jadi sering ngobrol dengan Aki. Bahkan aku pernah iseng memperhatikan Aki masak sambil ku-foto alakadarnya pake kameraphone. Kadang Aki juga makan bersama kita, walau beda meja, karena mungkin dia memang belum makan malam.

Pernah sepulang siaran dan karena macet, hampir jam sebelas aku makan sendirian disini. Alhamdulillah masih kebagian, karena mungkin saat itu hujan, jadi orang males keluar rumah.

Aki cerita bahwa dia kepingin sekali punya gerobak sendiri, katanya sehabis lebaran mudah-mudahan dia punya gerobak jadi bisa jualan sendiri. Aku baru tau teryata Aki statusnya masih kerja sama orang lain. Dia tau persis berapa omset bersih dan kotor dari bisnis ini, engga heran karena Aki yang mengerjakan segala sesuatunya dari mulai belanja bahan baku, meracik bumbu, memasak, sampe terima pembayaran. Sehari hari, Aki cuma dibantu anaknya saja yang lelaki, ada juga seorang lelaki muda, mungkin masih keluarganya juga. Aki juga pernah memperlihatkan kartu nama beberapa orang yang ingin mengajak Aki berbisnis dalam hal ini jualan Mie Jawa. Aki juga cerita kalau dia lagi menabung supaya habis lebaran dia bisa jualan Mie Jawa sendiri di daerah lenteng agung (wah deket tempatku dong, aku udah seneng aja waktu itu). Singkat cerita, beberapa teman sudah kuajak tempat ini atau bahkan cuma kuceritain, sampe akhirnya mereka terbujuk untuk coba Mie Jawa si Aki.

Selepas libur lebaran, aku kangen juga makan masakan Aki.
Tapi, sampai disana aku engga melihat si Aki, apa dia sakit? pikirku… Ada seorang wanita yang belum pernah kulihat sebelumnya, Anak si Aki yang biasanya membuatkan minuman justru yang memasak, juga seorang lagi wanita muda, sepertinya sih teman dekat anak Aki.

Aku langsung tanya soal Aki, karena aku mau ber-minal aidin dengan Aki.
Jawabannya… membuat aku shock…. Aki sudah meninggal dunia…

Sebelum lebaran ketika sedang mencari makan sahur dia dan anaknya menyebrang jalan, seorang lelaki yang mengenderai motor dalam keadaan mabuk dibulan suci telah menabrak Aki, sampai kaki Aki patah! Aki sempat pulang dan berobat di Sukabumi, tapi Allah SWT mungkin memilih Aki untuk istirahat selamanya.. daripada memasak mangkuk demi mangkuk Mie Jawa.. dan berangan untuk punya gerobak sendiri….

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun… Selamat Jalan Aki..Semoga Tenang disisi-Nya.
Aki… aku belum sempat bertanya, siapa nama panjang Aki..:(

Selamat Jalan Aki..

Selamat Jalan Aki..


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /var/www/vhosts/sepotongkue.com/httpdocs/home/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 399

2 comments

  1. okeno says:

    Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun…
    Si Bapak ini mmg sudah tua.. aku tau krn dr buka mmg si aki ini yg masak bakminya. Bakmi jawa itu mmg usaha sampingan bapaknya temenku…
    Setuju…Bakmi jawanya mmg enak… Klo Bakmi kadin aja sih kalah… sekarang gerobaknya dah dua nih.. krn laris banget.. klo ada mama or papanya temenku biasanya suka dikasih gratisan… jd ga enak… tp klo mereka lengah.. aku bayar sm anak si aki.. hehehehe.. (masa minta gratisan trus ^_^)…

  2. Raynia says:

    Alhamdulillah anak si Aki sekarang meneruskan usahanya, ga jauh dari tempat yang lama, entahlah apa menjalani bisnis sendiri atau masih punya orang :) tapi paling engga bisa mampir kalo kepingin bakmie Djogja :) tku ya sdh mampir

Tinggalkan Balasan


4 - = null